Wednesday, September 28, 2011

PELAYANAN DARI DALAM HATI (seri: Bangkitlah Pemuda bagian 2)


Pnt. S. Edi Widodo

1 SAMUEL 16:7 
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Ayat di atas mengingatkan saya saat mengikuti Bible Camp Mahasiswa Kristen dengan nama Persekutuan Doa Mahasiswa Kristen “Amazia”,  saat itu setiap tahun kegiatan yang sama dilakukan untuk membekali mahasiswa baru dengan Spirit Rohani, supaya bisa tetap menjadi Pemuda yang tangguh, aktif melayani, dan tentunya setia kepada Tuhan. Keberhasilan Pelayanan di lihat dari HATI yang bersedia untuk melayani Tuhan. Kecintaan terhadap kegiatan di waktu muda sampai-sampai nama anak ke tiga kami di awali dengan nama Amazia yang artinya “Tuhan Yang Menguatkan”.

Saudara, ada 8 hal yang bisa di pelajari dari “h a t i” :
1.      Mengeraskan hati; Zakaria 7:12-13 “Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN. Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.” Saudara apabila engkau berusaha untuk mengeraskan hati dan hendak menutup akan suara hati nurani, engkau akan mengabaikan siapapun (Pendeta, Majelis,Orang Tua, bahkan sahabat) yang menegur supaya saudara kembali pada jalan Tuhan. Makanya sampai timbul ungkapan “Dasar anak kepala batu”

2.      Kemunafikan; Markus 7:6 “Jawab-Nya kepada mereka: Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.”
Saudara Tuhan selalu melihat hati, jadi meskipun pada ibadah kelihatannya kita sedang memuji dan menyembahNya dengan sungguh-sungguh, tetapi pada saat itu hati kita belum beres, maka sebenarnya kita sia-sia melakukan hal itu. Kita bisa saja menipu orang lain di sekitar kita tetapi kita tidak bisa menipu Tuhan. Ia melihat bagian terdalam dalam diri kita, yaitu hati kita. Matius 7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

3.      Bertobatlah; Yoel 2:13 “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.” Saudara sebelum kita berbalik kepada Tuhan, terlebih dulu kita harus merendahkan hati kita dari kekerasan hati.

4.      Darah Kristus menyucikan hati; Ibrani 9:14 “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” Saudara tanpa kesucian hati nurani kita oleh darahNya maka kita tidak akan pernah di perdamaikan dengan Allah karena pelanggaran dosa kita.

5.      Tuhan melihat Hati; 1 SAMUEL 16:7 “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Saudara meskipun Samuel adalah nabi tetapi dia sendiri tetap melihat apa yang ada di depan mata. Samuel terkecoh melihat penampilan anak-anak Isai selain Daud. Tuhan memilih Daud untuk di urapi menjadi raja atas Israel karena hatinya yang melekat pada Tuhan. Hanya Tuhan yang mengetahui hal ini, bahkan Samuel pun tidak mengetahuinya meskipun dia seorang nabi.

6.      Hati yang Melayani; 2 Timotius 1:3 “Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.” Saudara Pelayanan dengan hati tidak di batasi oleh keadaan fisik tertentu bahkan seorang yang cacatpun yang tidak punya tangan dan kaki bisa melayani Tuhan dan dalam kondisi sakitpun tetap bisa melayani walaupun hanya sekedar Doa. Tanpa kemurnian hati, maka seseorang tidak dapat melayani Tuhan.

7.      Hati yang mengasihi; Lukas 10:26-27 “Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Saudara dalam ayat ini hendak menjawab bahwa hati yang mengasihi terwujud dalam membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.

8.      Memancarkan aliran hidup; Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Yohanes 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."  Kedewasan rohani seseorang adalah pada hati, menjaga hati untuk tetap bersandar pada Tuhan tidak terpengaruh “apa kata dunia” sehingga dalam penyerahan hidupnya kepada Tuhan akan membawa banyak berkat dan mujizat yang mengalir dalam hidup kita. Jadi bukan karena orang tersebut sudah melayani bertahun-tahun, memiliki penampilan yang menarik, cakap dalam berbicara, posisi dan pekerjaan yang tinggi, bahkan memiliki banyak harta, atau hal - hal apapun yang dapat dilihat oleh mata. Saudara Tuhan tidak menginginkan harta kita, kepandaian kita, kecakapan kita, Dia hanya mau hati kita. Hati yang  tulus murni dan siap di bentuk. Sehingga FirmanNya akan tertanam, bertumbuh dan berbuah lebat.

Jadi sekarang bagaimana keadaanmu saat ini, adakah engkau sudah benar-benar lahir baru, yang berarti memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Apabila engkau ingin di ubahkan keadaan hidupmu, apabila engkau bersedia hati untuk melayani dan bersedia hati untuk terlibat aktif dan terbeban untuk menyelamatkan banyak saudara yang  terhilang. Kuncinya hanya satu yaitu serahkan hatimu, dan berdoalah “DARAH KRISTUS SUCIKANKU, DARAH KRISTUS PULIHKANKU, DARAH KRISTUS UBAH HATIKU, DARAH KRISTUS BERI SEMANGAT YANG BARU”. Amin

Siap sedialah melayani karena upahmu besar di surga.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment